HINDARI KECELAKAAN LALU LINTAS SAAT MUDIK

Assalamu’alaikum wr. wb.

Dokter Zubairi Yth.

Setiap membaca koran, hampir selalu saya jumpai berita kecelakaan lalu-lintas dengan korban nyawa maupun luka-luka. Menjelang lebaran ini, saya khawatir makin banyak korban lalu-lintas. Apakah Dokter punya kiat atau informasi dari negara lain, bagaimana mengurangi korban lalu-lintas yang jumlahnya melebihi gabungan jumlah pasien AIDS dan kanker yang meninggal?

Mawar, Jakarta

 

Wa’alaikumussalam wr. wb.,

Mbak Mawar Yth.

Saya hargai keprihatinan Anda. Masih jelas di ingatan kita, betapa almarhum Taufik Savalas beserta temannya meninggal dalam kecelakaan lalu-lintas pada Juli 2007 akibat tabrakan mobil yang ditumpanginya dengan sebuah truk. Pada bulan yang sama, paling sedikit ada 11 kali kecelakaan lalu-lintas dengan korban 54 orang meninggal. Di Semarang, data korban meninggal selama enam bulan (Januari – Juni 2007) adalah 920 orang. Jumlah yang sangat besar.

Kecelakaan lalu-lintas erat hubungannya dengan kesehatan, angka kematian yang tinggi, dan penyebab kecacatan. Sementara penyebab kecelakaan itu sendiri seringkali terkait dengan minuman keras. Dalam peringatan Hari Kesehatan Sedunia ke-56 tahun 2004, yang mengambil tema Road Safety is No Accident, diselenggarakan diskusi panel yang dipandu Menko Kesra (waktu itu) H. Jusuf Kalla dan menghadirkan pembicara Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Malik Fadjar, Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah Ir. Soenarno, Menteri Perhubungan Agum Gumelar, Menteri Kesehatan Dr. Achmad Sujudi, dan Kapolri Jenderal Dai Bachtiar. Dalam forum tersebut terungkap bahwa kecelakaan di jalan merupakan masalah kesehatan yang sangat serius di Indonesia.

Menurut data Kepolisian RI pada tahun 2003, jumlah kecelakaan di jalan mencapai 13.399 kejadian dengan jumlah kematian mencapai 9.865 orang, 6.142 orang mengalami luka berat, dan 8.694 luka ringan. Dengan data itu, rata-rata setiap hari terjadi 40 kecelakaan lalu-lintas yang mengakibatkan 30 orang meninggal dunia. Sebagian besar kecelakaan dialami laki-laki kelompok usia produktif.

Dalam diskusi itu, Kapolri menyebutkan bahwa penyebab utama kecelakaan lalu-lintas disebabkan oleh faktor manusia (91%), disusul oleh faktor kendaraan (5%), faktor jalan (3%), dan faktor lingkungan (1 %). Tentu yang penting bukan memperingati Hari Kesehatan Dunia, tetapi tindak lanjut agar kecelakaan lalu-lintas di Indonesia jauh berkurang sejak sekarang. Program kesehatan, program pengentasan kemiskinan, program pendidikan dan lain-lain menjadi tidak banyak maknanya kalau kita tidak bisa menekan angka kematian akibat kecelakaan lalu-lintas.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Sudirman Lambali, sebagaimana dikutip harian Kompas, mengungkapkan bahwa selama arus mudik Lebaran sejak (H-7) pada 23 Agustus 2011 hingga hari kedua Lebaran pada 31 Agustus 2011, jumlah kecelakaan sebanyak 2.998 peristiwa. Dari jumlah tersebut tercatat korban meninggal mencapai 490 orang, korban luka berat 811 orang, dan korban luka ringan sebesar 2.027 orang. Jumlah kecelakaan tersebut mengalami peningkatan dibanding jumlah kecelakaan saat mudik pada tahun 2010. Dari catatan posko tersebut pada tahun lalu, jumlah kecelakaan mencapai 2.246 peristiwa. Dari jumlah itu, korban yang meninggal dunia sebanyak 539 orang dan jumlah korban luka berat sebanyak 660 orang.

Catatan di harian Kompas untuk tahun 2016 dan 2017, Kepala Bagian Operasional Korlantas Polri Komisaris Besar Benjamin mengatakan, pada H-3 (satu hari saja) pada 2016 terdapat 107 kejadian kecelakaan. Sedangkan pada H-3 tahun 2017 terdapat 91 kasus kecelakaan lalu lintas.

Tabrakan Bukan Takdir

Ada beberapa catatan penting untuk mencegah kecelakaan lalu-lintas. Tabrakan kendaraan bukan takdir, tetapi seringkali bisa diprediksi dan bisa dicegah. Pemakaian sabuk pengaman dan pemakaian helm untuk pengendara motor serta mengurangi kecepatan kendaraan amat efektif menekan angka kematian.

Sabuk Pengaman. Di Amerika, setiap tahun lebih dari 10 ribu nyawa terselamatkan dengan penggunaan sabuk pengaman. Jadi, bila kita memakai sabuk pengaman tujuannya untuk menyelamatkan nyawa kita, bukan sekadar takut ditangkap polisi karena melanggar peraturan lalu-lintas.

Jangan ngebut dengan meningkatkan kecepatan kendaraan dari 30 km/jam menjadi 50 km/jam. Ini meningkatkan risiko kematian pejalan kaki sebesar 8 kali. Penambahan kecepatan dari 60 km ke 80 km/jam meningkatkan risiko kecelakaan sebesar 31 kali. Di banyak negara, 40% kecelakaan lalu-lintas diakibatkan oleh minuman keras.

Razia Minuman Keras/Alkohol. Setiap tahun, di Amerika ditemukan 120 juta episode mengemudi tidak aman akibat minum alkohol. Penelitian menunjukkan bahwa para pengemudi yang tertangkap polisi sewaktu razia minuman keras, ternyata beberapa waktu kemudian minum lagi dan mengemudi lagi, kemudian mengalami tabrakan, banyak di antara mereka meninggal. Kemungkinan meninggal Iebih sering empat kali dari seharusnya.

Razia berkala, semacam Operasi Simpatik terhadap pengemudi dalam kaitan minum alkohol rasanya perlu Iebih sering dikerjakan. Bukankah penjualan minuman beralkohol di Indonesia tinggi, yang bisa kita lihat dari pendapatan cukainya. Penyuluhan bahaya minum alkohol seharusnya dimulai di sekolah. Ada baiknya memeriksa penjualan miras (minuman keras) di warung sekitar sekolah.

Dapat disimpulkan, untuk mengatasi masalah kecelakaan lalu-lintas diperlukan komitmen dan kerja sama semua pihak, masyarakat, media, swasta maupun pemerintah, baik yang terkait dengan kesehatan (Departemen Kesehatan), pihak kepolisian, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah, serta Departemen Perhubungan.

Pemeriksaan Sopir Bis dan Kendaraan. Perlu Iebih gencar dilaksanakan dan disosialisasikan penegakan hukum, pemeriksaan kesehatan berkala terhadap sopir bus antarkota, larangan mengonsumsi minuman keras sebelum mengemudi, persyaratan prasarana kendaraan dan prasarana jalan, pendidikan tata tertib berlalu-lintas sejak sekolah dasar dan tersedianya pusat informasi IaIu-Iintas jalan.

Untuk Mbak Mawar dan kita semua, jangan lupa memakai sabuk pengaman bila naik mobil, pakai helm bila naik motor. Bila mengantuk sewaktu mengendarai mobil, harus berhenti, istirahat sebentar. Hindari minum alkohol dan periksa ban mobil apakah sudah gundul dan harus diganti, tekanan angin ban cukup, dan rem bekerja dengan baik.  Salah satu pilihan mudik yang aman adalah naik kereta api, murah, nyaman dan aman; tentu perlu pesan tiket KA jauh hari sebelum lebaran.

Nah, Mbak Mawar, selamat mudik dan hati-hati di jalan.