cover cancer

Kanker Bisa Dicegah

Kanker masalah yang besar, di Indonesia maupun di negara lain. Di seluruh dunia, 1 dari 6 kematian disebabkan oleh kanker, melebihi jumlah kematian akibat HIV/AIDS, tuberkulosis, dan malaria digabung menjadi satu.

Diperkirakan sebanyak 8,8 juta orang meninggal pada tahun 2015 akibat kanker, penyakit yang merupakan beban yang amat berat, bagi pasien, keluarga maupun masyarakat. Penyakit kanker sekarang menjadi masalah kesehatan masyarakat yang besar di negara berkembang. Untuk diketahui lebih dari 70 persen pasien kanker di seluruh dunia berada di negara dengan tingkat pendapatan rendah dan menengah.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kebanyakan negara berkembang termasuk Indonesia belum memprioritaskan penanggulangan kanker, karena kurang menyadari seriusnya masalah kanker. Masalah lain dianggap lebih penting, seperti stabilitas dan pemerataan ekonomi, stabilitas politik di dalam negeri dan diplomasi, maupun masalah kesehatan lain seperti menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mengatasi penyakit infeksi.

Selain rendahnya prioritas, masalah berat yang dihadapi negara berkembang dalam kaitan dengan kanker adalah masalah merokok, obesitas (gemuk berlebihan), diet yang tidak sehat, tingginya infeksi virus hepatitis B dan HPV (human papilloma virus) serta gaya hidup santai (sedentary) dan tidak aktif berolah raga. Semuanya merupakan faktor risiko yang memudahkan timbulnya kanker.

Menurut data WHO, 43% kanker disebabkan oleh merokok, salah diet, dan penyakit infeksi. Disimpulkan bahwa separuh angka kejadian kanker sebenarnya dapat dicegah. 

Merokok merupakan penyebab 22 persen kematian akibat kanker, menjadi penyebab utama (80 persen) kanker paru pada laki-laki dan penyebab 45 persen kanker paru pada wanita. Merokok juga menjadi penyebab penting timbulnya kanker tenggorokan, mulut, pankreas, kandung kemih, lambung, liver, dan juga kanker di ginjal.

Diet yang tidak sehat dan gaya hidup santai tanpa olahraga terbukti dapat menyebabkan timbulnya kanker. Kegemukan, apalagi bila gemuk berlebihan atau obesitas, memudahkan timbulnya kanker payudara, usus besar, uterus, esofagus, dan kanker ginjal. Konsumsi alkohol meningkatkan risiko kanker payudara, mulut, tenggorokan, laring, esofagus, dan kanker liver. Risiko terkena kanker lebih besar lagi bila minum alkohol dan juga merokok.

Semua faktor tersebut telah dibuktikan di banyak penelitian di berbagai negara sebagai faktor penyebab kanker. Jadi bukan sekadar teori. Karena itu, ada gerakan nasional di berbagai negara untuk hidup sehat agar terbebas dari kanker, stroke, dan penyakit jantung, juga agar tetap sehat pada usia tujuh puluhan. Inti gaya hidup sehat ada lima upaya utama, yaitu stop rokok, stop alkohol, makan sayur dan buah masing-masing tiga kali sehari, serta olahraga atau jalan cepat 30-60 menit setiap hari. Upaya gaya hidup sehat dapat mencegah kanker, juga mencegah stroke dan penyakit jantung.

Gerakan gaya hidup sehat tentu perlu dikombinasikan dengan upaya lain, misalnya deteksi dini. Skrining kanker serviks dengan pap’s smear terbukti bisa menekan angka kematian secara drastis. Insidens kanker serviks di negara maju sekarang ini jauh lebih rendah dibandingkan insidens di negara berkembang. Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang paling sering ditemukan di Indonesia.

Seperempat (25%)  kanker di seluruh dunia disebabkan oleh penyakit infeksi kronik, khususnya infeksi virus hepatitis B (kanker liver) dan HPV (kanker serviks), yang sebetulnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Sebagian kanker yang lain disebabkan oleh infeksi HIV (kanker kaposi dan limfoma), skistosoma (kanker kandung kemih), dan kuman Helicobacter pylori (kanker lambung). Kondisi ini beda sekali dengan di negara maju, di mana angka kejadian kanker akibat infeksi jarang didapatkan.

NDMA dan kanker

Zat kimia N-Nitrosodimethylamine (NDMA), juga dikenal sebagai dimethylnitrosamine (DMN), atau secara singkat disebut nitrosamine, adalah zat kimia organik yang nerupakan produk sampingan dari industri dan ditemukan pada kadar amat sangat rendah di beberapa makanan.  NDMA bersifat amat toksik, merusak liver dan organ tubuh lain, dan merupakan zat yang dapat menyebabkan kanker pada manusia. NDMA di laboratorium riset dipakai untuk memicu (menimbulkan) kanker pada tikus untuk tujuan penelitian.

Ikan asin, atau ikan yang diawetkan dengan cara diasinkan, ternyata membentuk nitrosamine yang dapat menyebabkan kanker dan oleh karena itu perlu kita batasi makan ikan asin.

Apakah kanker menular? Kanker bukan penyakit menular. Jadi berbeda sekali dengan TBC, malaria ataupun demam berdarah dan AIDS. Namun seperti disebutkan diatas, kanker hati ada hubungan dengan infeksi virus hepatitis B dan hepatitis C, dan kanker serviks ada hubungan dengan infeksi HPV.

Apakah kanker penyakit menurun? Kanker bukan penyakit menurun. Namun terdapat kecenderungan dalam keluarga pada beberapa jenis kanker. Misalnya sekitar 5-7 persen kanker payudara, kanker indung telur, kanker usus, dan beberapa kanker tertentu ada faktor keluarga. Sebagai contoh, bila ada tiga anggota keluarga dekat kita yang sakit kanker payudara, maka semua wanita yang ada hubungan darah yang dekat, mempunyai risiko terkena kanker payudara sekitar 80 persen. Bandingkan dengan risiko di masyarakat umum yang hanya 11 persen.

Jadi, kita mempunyai pekerjaan rumah, kewajiban, untuk mempopulerkan gerakan gaya hidup sehat yang mencegah timbulnya kanker di keluarga kita sekaligus mencegah penyakit jantung dan stroke. Tentu dimulai dari kita masing-masing, mulai dengan berjalan cepat, atau senam atau sepeda, badminton, tennis, berenang cukup setengah jam sehari. Selamat menjalankan gerakan hidup sehat