ll

Foto di lingkungan Manggarai ( foto oleh Zubairi Djoerban)

LINGKUNGAN DAN KESEHATAN

Beberapa tahun lalu, sewaktu masih mengasuh rubrik kesehatan di Republika, seseorang mengajukan pertanyaan yang menurut saya penting. Saya kutipkan di sini:

Dokter, saya tinggal di Tangerang sejak 25 tahun yang lalu. Sejak kawasan tersebut masih sepi, jalan masih banyak berlubang dan tidak sebagus sekarang, serta hanya ada satu dua pabrik. Sekarang ini kualitas jalan jauh lebih bagus, tetapi makin banyak pabrik dan makin banyak mobil. Yang ingin saya tanyakan, seberapa jauh kemajuan dan modernisasi tersebut mempengaruhi lingkungan dan berdampak pada kesehatan kita, keluarga, anak cucu saya. (Yusuf, Tangerang).

Dan berikut kutipan tanggapan saya.

Lingkungan kita berperan besar dalam mempengaruhi perkembangan berbagai penyakit yang berdampak pada kondisi kesehatan kita. Paparan berbagai zat berbahaya yang ada di air, tanah, udara di lingkungan ke tubuh kita merupakan faktor penting yang menyebabkan kita sakit, cacat dan bahkan meninggal. Masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh lingkungan ini berlaku di manapun kita tinggal, tidak hanya di Tangerang. Lingkungan termasuk faktor yang mempengaruhi persebaran penyakit menular. Sekadar mengingatkan, di luar faktor lingkungan ada dua faktor lain yang menyebabkan kita sakit, yaitu faktor genetik dan faktor perilaku personal kita masing-masing.

Perubahan lingkungan ke arah yang lebih buruk tentu mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan masyarakat. Lingkungan yang buruk merupakan faktor yang berkontribusi besar (mencapai 25%) sebagai penyebab langsung kita sakit, khususnya penyakit diare dan gangguan saluran pernafasan yang sebetulnya dapat dicegah. Karena dampak buruk lingkungan terhadap kesehatan kita begitu besar, melindungi lingkungan harusnya mendapatkan prioritas yang tinggi. Pemerintah daerah maupun pemerintah pusat berkewajiban menjaga kualitas udara agar tetap sehat, suplai air dan makanan cukup dan aman, pembuangan sampah khususnya sampah industri tertata rapi, dan memberantas penyakit yang ditularkan melalui vektor (demam berdarah, flu burung, malaria) agar kesehatan masyarakat kita semakin baik.

Selain pemerintah, kita sebagai anggota masyarakat pun memiliki kewajiban. Kita harus peduli terhadap lingkungan kita, termasuk ikut mengontrol pembuangan sampah industri yang beracun dan membahayakan kesehatan kita. Kita juga harus sadar dan waspada terhadap kualitas air kita, udara, lapisan ozon, kepadatan penduduk, dan juga berbagai masalah pertanian dan peternakan hewan di sekitar kita.  Gerakan kesadaran masyarakat yang sadar dan peduli lingkungan merupakan upaya penting untuk menjaga dan memperbaiki kesehatan masyarakat.

Beberapa masalah lingkungan yang berdampak pada kesehatan, adalah sebagai berikut:

Polusi Udara

Polusi udara menyebabkan kematian dini pada manusia, menyebabkan kanker dan gangguan sistem pernafasan, penglihatan dan jantung. Polusi udara juga menyebabkan kerusakan pertanian dan kerusakan di air dan tanah akibat endapan zat polutif di dalam air (air sungai, air tanah, dan tanggul air) dan endapan di tanah. Walaupun sudah ada kemajuan dalam protokol perlindungan lingkungan, namun emisi udara tidak sehat, masalah kadar ozon yang tinggi masih menjadi masalah di banyak negara, baik di negara maju, maupun negara berkembang.

Kendaraan bermotor menyumbang sepertiga emisi nitrogen oksida, serta sekitar tiga perempat dari emisi karbon monoksida. Udara yang tidak sehat selain berdampak buruk terhadap status kesehatan manusia dan menyebabkan kematian, juga menghabiskan biaya kesehatan yang tidak sedikit. Di Amerika misalnya, kerusakan lingkungan menyebabkan kematian dini pada 50.000 orang dan menghabiskan jutaan dolar setiap tahun.

Kualitas Air

Sistem suplai air bersih di setiap daerah seharusnya menjamin persediaan air minum yang bebas berbagai penyebab penyakit, baik akibat zat kimia maupun akibat bahan biologis. Pada awal hingga pertengahan abad 20, sebagian besar wabah penyakit yang ditularkan melalui air disebabkan bakteri. Periode waktu berikutnya akibat polusi kimia dan protozoa, kriptosporidia.

Kendala mengidentifikasi adanya bibit penyakit yang mengkontaminasi air minum adalah kelemahan mendeteksi kontaminasi parasit dan memastikan bahwa bakteri yang bersangkutan masih hidup dan berpotensi menyebabkan penyakit. Sekarang ini sedang dikembangkan teknologi molekular untuk mendeteksi kontaminasi air. Kita harapkan teknologi tersebut segera bisa diterapkan juga di Indonesia. Mekanisme penyediaan air bersih di berbagai kota di dunia menunjukkan teknologi bisa menekan jumlah kasus penyakit diare dan demam tifoid.

Kontaminasi air dari limbah industri dan pertanian juga berdampak buruk pada kualitas air sungai, laut, maupun air di kolam dan danau untuk rekreasi. Kontaminasi limbah industri menyebabkan ikan dan kerang sakit dan mati sehingga tidak layak dikonsumsi.

Bahan Toksik dan Limbah

Pemerintah pusat maupun daerah, serta khususnya pabrik-pabrik, berkewajiban menjaga agar bahan toksik (termasuk bahan radioaktif) dan limbah pabrik tidak mengkontaminasi air dan tanah serta udara disekitarnya. Sistem pembuangan limbah harus terjaga baik. Pemakaian pestisida di pertanian, di tempat rekreasi dan juga di rumah rumah juga perlu diawasi dampaknya terhadap kesehatan.

Rumah dan Bangunan Fisik

Rumah tinggal, sekolah dan kantor juga berpotensi dampak buruk terhadap kesehatan. Risikonya termasuk polusi udara akibat asap rokok, sistem aliran udara yang buruk, sanitasi, pembuangan sampah dan feses, struktur gedung, sistem listrik dan keamanan bila terjadi kebakaran. Selain itu dampak buruk cat rumah serta masih dipakainya asbes sebagai atap rumah.

Untuk mengawasi dan menjaga lingkungan yang sehat memang diperlukan personil dan peralatan yang cukup untuk investigasi dan bertindak cepat terhadap penyakit ataupun kecelakaan yang timbul akibat masalah lingkungan. Diperlukan pemantauan berkala terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan, dan yang lebih penting lagi program pencegahannya. Pendidikan masyarakat diperlukan agar sadar dan waspada tentang hubungan antara kesehatan dan lingkungan. Tentu peraturan dan undang-undang yang terkait dengan lingkungan perlu ditegakkan dengan tegas.

Kesehatan Lingkungan Secara Global

Dengan makin mudahnya transportasi dan teknologi komputer, bisa dikatakan bahwa dunia menjadi semakin sempit. Komunitas masyarakat global sekarang ini sudah terjadi. Artinya kita berbagi sumber, baik air, udara maupun tanah. Artinya, apa yang terjadi di Tangerang juga mempengaruhi Jakarta dan Indonesia juga dunia, serta sebaliknya apa yang terjadi dengan lingkungan di Jakarta, Bandung, Medan, Timika dll, juga di Amerika bisa mempengaruhi Tangerang. Oleh karenanya, untuk menjaga kesehatan masyarakat dan bangsa, diperlukan peran semua pihak dalam mengawasi lingkungan kita, instansi yang terkait di pemerintah pusat dan daerah, pengusaha pabrik, pertanian, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan juga anggota masyarakat termasuk Anda.

Kita semua perlu menjaga agar kadar ozon, karbonmonoksida, nitrogen dioksida, sulfur dioksida dan timbal dalam batas yang ditetapkan. Pengawasan gas buang kendaraan bermotor perlu diawasi dengan ketat. MEROKOK merupakan sumber polusi berat di rumah dan kantor. Kualitas sumber air minum kita perlu diperbaiki dan dijaga. Pemakaian pestisda perlu dibatasi. Peternakan ayam, babi, sapi juga perlu dijaga.