banner

Siaran Pers

Berbagi Lensa: Harapan untuk Semua

Telah 30 tahun berlalu sejak kasus pertama AIDS ditemukan di Indonesia. Banyak yang telah kita lakukan, meski masih banyak lagi yang perlu dilakukan. AIDS juga mengajarkan banyak pengetahuan dan keterampilan kepada kita. Virologi, imunologi, hematologi, keperawatan, konseling, prevensi, empati, komunikasi, dukungan sebaya, kesehatan masyarakat … Mungkin lebih banyak hikmah yang kita dapatkan dari pada sebaliknya.

AIDS mungkin satu-satunya epidemi di era modern yang mendapat perhatian begitu besar dari seluruh lapisan. Mulai dari politisi, selebriti, professional di bidang medis, semuanya. Tak terhitung anggaran yang sudah dikeluarkan untuk berbagai riset, kampanye pencegahan dan penghapusan stigma, maupun untuk akses obat gratis. Itu semua menunjukkan satu hal: bahwa AIDS telah mengaktualkan potensi kebaikan yang ada di dalam diri setiap orang yang peduli.

Masih banyak yang harus dilakukan, dan selayaknya kepedulian itu selalu dijaga. Data estimasi yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan RI 2014 menunjukkan dari perkiraan 600.000 orang yang terinfeksi HIV, baru sekitar sepertiga di antaranya yang terdiagnosa. Kemudian, dari sekitar 200.000 orang yang sudah terdiagnosa tersebut, baru sekitar seperempat yang mendapatkan akses ke terapi ARV. Padahal, meskipun obat yang menyembuhkan HIV sama sekali, atau vaksin yang amat kita butuhkan belum ditemukan, ARV telah ditengarai menekan kadar virus dalam darah menjadi tidak terdiagnosa, dan karenanya penularan bisa dicegah. Apa yang lebih baik dari mengendalikan vektor dalam manajemen penyakit menular?

Menyambut Hari AIDS Internasional yang jatuh pada setiap tanggal 1 Desember, kembali Kerukunan Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM mengadakan pameran foto yang bertujuan membangkitkan optimisme kita semua bahwa AIDS bukannya tidak bisa dikendalikan. Juga membangkitkan kepercayaan diri bahwa di tengah situasi serba terbatas seperti sekarang, kita masih bisa melakukan hal-hal baik dan positif untuk sesama. Terus berkiprah, terus melangkah, dan terus berkarya untuk lahirnya generasi yang bebas dari AIDS.

Tidak sekadar pameran foto, kegiatan ini bertujuan juga untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan, pasien dengan HIV dan AIDS, serta pasien kanker. Lebih dari 20 dokter spesialis dan konsulen yang akan ikut serta dalam pameran ini menyumbangkan foto-foto mereka untuk dijual kepada donatur. Selain foto, beberapa buku foto dan serial kartupos karya Profesor Zubairi Djoerban juga tersedia untuk para dermawan yang ingin membantu sesama.

Pameran yang akan dibuka pada tanggal 30 November 2015, pukul 10.00 WIB, akan mengambil tempat di Selasar Lorong Kencana, dan Selasar Gedung A Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Pembukaan pameran akan dilakukan di RKPD Penyakit Dalam RSCM – UI diikuti oleh konferensi pers bersama Direktur RSCM Dr. dr. C.H. Soejono, SpPD, K-Ger, MEpid, FACP, FINASIM, Kepala Unit Pelayanan Tepadu HIV dan AIDS RSCM dr Teguh, serta Profesor Zubairi Djoerban sebagai peneliti utama HTPN 074 Pameran akan berlangsung hingga 4 Desember 2015 mendatang.

Untuk keterangan lebih lanjut, harap hubungi dr. Nanda Noor (0813-714-34016), dan dr. Iqbal Awang (0812-9599-354).

Para Peserta dalam pameran bersama:

Prof. dr. Zubairi Djoerban, SpPD, KHOM, FINASIM | Prof. DR. dr. Herkutanto, SpFK, SH, LLM, FACLM | Prof. DR. dr. Endang Basuki, MPH | Prof. dr. Darto Satoto, SpAN | dr. Tompi, SpBP | dr. Didi Danukusumo, SpOG (K)| DR. dr. Zakiudin Munasir, SpA (K)  | dr. Syarif Rohimi, SpA (K) | DR. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP | DR. dr. Lugyanti Sukrisman, SpPD, KHOM, FINASIM | dr. Budi Setiawan, SpPD–KPTi | dr. Kie Chen Lie, SpPD, KPTi | dr. E. Mudjaddid, SpPD-KPsi  | dr. Eka Ginanjar, SpPD, KKV, FINASIM | dr. Juferdi Kurniawan, SpPD, KGEH | dr. Teguh H. Karyadi, SpPD, KAI | drg. Karpov Roland B. Kainama | dr. Nanda Noor Muhammad | dr. Radhiyatam Mardiyah